CASE STUDY

Kumpulan case study

1. Case Study Yusti Paraya, S.Pd. (Matematika)

Saat akan masuk kelas VIII B jam sudah memunjukkan pukul 07.32, pagi itu, hari sabtu tanggal 17 Juli 2010. Ini kali pertama saya masuk kelas ini. Didepan kelas masih ada 3 orang siswa masih berdiri diluar kelas karena guru belum hadir.

 

Setelah berdiri didepan kelas, seorang siswa memberi aba-aba dan siswa yang lain memberi salam ”selamat pagi, bu”. Karena terdengar kurang bersemangat, mereka saya suruh ulang kembali, tapi sebelaumnya saya contohkan dengan tempo yang agak cepat. Dan mereka pun mengulang memberikan salam. Dan terdengar bersemangat. Selanjutnya berdoa bersama.

 

Pelajaran pagi itu kubuka dengan mengajukan sebuah pertanyaan ”siapa yang sudah tahu, materi apa yang akan kita pelajari pagi ini.” tidak ada yang menjawab. Lalu saya bertanya lagi, ”siapa yang sudah memiliki buku pelajaran matematika kelas VIII? Terbitan apa?” ternyata banyak yang tidak membawa buku, mereka banyak yang memiliki buku LKS terbitan Fokus. Mereka tidak membawa buku karena dijadwal tertulis pelajaran Kimia.

 

Pelajaran tetap berlanjut, saya menuliskan judul materi yang akan kami pelajari pagi ini. Faktorisasi Bentuk Aljabar. Kutanya lagi ”siapa yang tahu apa arti dari ”Faktor”?. Semua siswa diam. Akhirnya kutunjuk beberapa anak, tetapi jawaban mereka ”tidak tahu”. Kuberi pertanyaan lagi, ”berapa faktor dari 6?”, dan sekarang ada beberapa siswa yang menjawab ”2 dan 3 bu”. Ya, benar, tapi belum lengkap. Kemudian seorang siswi (saya belum begitu hafal nama-nama mereka), menjawab ” 2, 3, 6’. ”Oke sudah mulai semakin benar, tapi masih belum lengkap.” kata saya lagi. Kemudian alia Putri yang duduk paling depan, dengan suara lirih menjawa ”1, 2, 3, dan 6”. ”Ya, tepat,” seru saya.

 

”Oke, selanjutnya tolong jawab pertanyaan ibu yang berikut ini, apakah 4 dapat membagi 6?” dan hampir semua siswa berebut menjawab, jadi keadaan riuh oleh suara mereka, dan jawaban mereka pun sama, ”tidak bisa bu” ”apakah 3 dapat membagi 6?” ”bisa bu” jawab para siswa hampir kompak. Saya pun mulai menjelaskan bahwa 3 memang dapat membagi 6, dan sisa pembagian adalah 0. Demikian pula angka 4 dapat membagi 6 tetapi ada sisa pembagian yaitu 2. kemudian beberapa bilangan lagi saya sebutkan membagi angka 6 dan saya tanyakan ke para siswa berapa sisanya. Terakhir saya mencoba menuntuk mereka untuk menyimpulkan bahwa 4 dan 5 dapat membagi 6 tetapi ada sisa pembagiannya, sedangkan jika 2, atau 3 yang membagi 6 maka sisanya 0. 2, dan 3 adalah faktor dari 6. maka faktor adalah pembagi habis dari suatu bilangan. Berikutnya mereka saya tanya lagi, berapa faktor dari 10? Kali ini banyak siswa yang benar jawabannya.

 

Berikutnya kutanyakan berapa faktor dari (– 12) dan mereka saya minta untuk membuat tabel perkalian faktor-faktor dari (– 12) dan juga hasil penjumlahan dari faktor-faktor tersebut. Mereka saya minta untuk kerja berkelompok 4 orang, dengan teman di dekat bangkunya. Dan setelah selesai saya minta beberapa siswa, perwakilan masing-masing kelompok untuk mengisi tabel di papan tulis. Beberapa siswa pun maju ke papan tulis dan mengisi tabel di papan tulis. Sekaligus saya beri janji, jika mereka aktif maka ada nilai tambahnya. Dan diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

Bilangan Perkalian faktor Hasil jumlah faktor
– 12 – 1 x 12 11
– 2 x 6 4
– 3 x 4 1
– 12 x 1 – 11
– 6 x 2 – 4
–  4 x 3 – 1

 

Saya pun mengatakan bahwa mereka harus sering berlatih, dan mencoba menentukan faktor-faktor bilangan dan juga menjumlahnya. Karena saya dapati ada beberapa siswa yang ternyata masih belum bila mencari faktor-faktor suatu bilangan dan juga tidak bisa menjumlahkan bilangan positif dengan bilangan negatif. Saya juga mengingatkan dan menegaskan bahwa mereka harus menguasai hal tersebut karena ini merupakan syarat untuk dapat mengikuti dan mempelajari materi selanjutnya yaitu menjumlah, mengurang bentuk baljabar serta memfaktorkan suatu bentuk aljabar.

Pelajaran pagi itu saya tutup dengan memberikan PR kepada siswa untuk menentukan perkalian faktor dari beberapa bilangan dan juga hasil penjumlahannya seperti yang sudah dicontohkan.

 

0TUGAS CASE STUDY BERDASARKAN OBSERVASI KELAS

OLEH :

NAMA                        : YUSTI PARAYA

NIP                             : 19730706 199903 2 007

SEKOLAH ASAL     : SMP NEGERI 1 ARUT SELATAN

 

DISKUSI, TAPI KOK MEMBICARAKAN BUKAN MATERI YANG SEDANG SEDANG DIBAHAS?

 

Siang itu sudah menunjukkan pukul 10.15 WIB, berarti sebentar lagi pembelajaran di kelas IX E akan segera dimulai. Segera kusiapkan buku-buku penunjang, daftar nilai, spidol whiteboard dan ballpoint. Beberapa saat kemudian bel pun berbunyi. Akupun segera menuju kelas IX E yang letaknya agak berjauhan dari kantor ku.

Setiba dikelas, aku disambut oleh ucapan ‘selamat siang, Bu!’. Dan kubalas salam mereka, ‘Selamat siang, anak-anak’. Akupun langsung menanyakan adakah PR? “Ada, jawab beberapa siswa. Ku tanya kembali”Ada yang merasa kesulitan waktu menyelesaikan PR?” “Tidak”, jawab anak-anak lagi. “Baiklah kalau begitu kita lanjutkan materi kita.”

“Adakah yang tahu, apa materi kita selanjutnya? Mungkin sudah ada di antara kalian yang belajar atau membuka-buka buku tadi malam?” “Menyajikan data dalam bentuk diagram, Bu”, kata andi. “Diagram apa saja yang kalian ketahui?” tanyaku kembali. “Diagram batang, garis dan lingkaran, ujar Alit. ‘Ada juga diagram gambar, Bu”, kata Mahabatul. “ya, betul semua. Tapi yang akan kita bahas saat ini hanya diagram batang, garis dan lingkaran saja.

Kemudain akupun mulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu diharapkan para siswa kan dapat menyajikan sebuah data yang tersedia ke dalam bentuk diagram batang, garis dan juga lingkaran. “karena sebelumnya kalian sudah mempelajari menyajikan data, baik itu data tunggal maupun berkelompok dalam table distribusi frekuensi. Nah, sekarang dari table tersebut akan kita sajikan lagi ke dalam bentuk diagram. Mengapa kok perlu disajikan dalam bentuk diagram, ada yang tahu alasannya?” kataku panjang lebar. Luthfi mengacungkan tangannya, “agar menarik, Bu.”Ujarnya. “Ya, bagus jawabannya. Selanjutnya, adakah yang pernah melihat penyajian data dalam bentuk diagram batang, garis maupun lingkaran?” tanyaku lagi. Sebagian besar siswa mengangkat tangannya, untuk menjawab, dan ada juga yang saling berebut menjawab, “Di Metro TV, Bu.” Riuh sekali, sehingga aku perlu untuk memperingatkan mereka, agar kembali tenang. Ya, betul. Biasanya Metro TV sering menampilkan diagram-diagram sebagai tampilan data survey-survey tertentu.”

“Baiklah kita lanjutkan dengan penjelasan Ibu terlebih dulu, bagaimana cara membuat diagram batang, garis dan lingkaran, ….”,selanjutnya akupun mulai dengan metode ceramah bagaiman cara membuat diagram dari sebauh table data. Sambil menjelaskan kuselingi dengan tanya jawab. Seperti saat membuat diagaram batang, Isrodin bertanya, “Bu, bolehkah penamaannya diletakkan di dalam batangnya?” Ku lempar pertanyaan itu kepada siswa lain untuk mencoba menjawabnya. Kemudian kutegaskan kembali, “boleh, tapi itu tidak lazim”. Kemudian ada lagi siswa lain, Andi, bertanya, “Bolehkah pada sumbu X kita letakkan frekuensinya, jadi pada sumbu Y letak batangnya?” Kembali kutawarkan kepada siswa lain, mungkin ada yang mau menjawab.”Boleh”, kata Haris,”Kan yang beda hanya tampilannya saja, maknanya tidak berubah”. Akupun kembalimemberi penguatan terhadap jawaban Haris. “Ya, tentu saja boleh. Dan benar yang dikatakan Haris.”

Lalu penjelasan materi pun kulanjutkan. Sampai pada penjelasan membuat diagram lingkaran. Banyak siswa yang merasa belum mengerti cara menghitung sudut pusat sebuah juring. Tetapi ada juga yang sudah mengerti. Dan hanya ngin penegasan. “Berarti untuk menentukan besar sudut pusat dari juring ituadalah frekuensi yang dimiliki sebuah data dibagi fremuensi seluruhnya kemudian kalikan 3600, kataku mengahiri penjelasanku siang itu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s